Cara Mengukur Menggunakan Jangka Sorong


Cara Mengukur Menggunakan Jangka Sorong

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pengukuran dengan menggunakan jangka sorong, yaitu:

  • Sebelum melakukan pengukuran bersihkan jangka sorong dan benda yang akan diukurnya.
  • Sebelum jangka sorong digunakan, pastikan skala nonius dapat bergeser dengan bebas.
  • Pastikan angka “0” pada kedua skala bertemu dengan tepat.
  • Sewaktu mengukur usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.
  • Tempatkan jangka sorong tegak lurus dengan benda yang diukur.
  • Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat, karena akan menyebabkan terjadinya pembengkokan pada rahang ukur maupun pada lidah pengukur kedalaman. Jika sudah pas, kencangkan baut pengunci agar rahang tidak bergeser, tetapi jangan terlalu kuat karena akan merusak ulir dari baut pengunci.
  • Dalam membaca skala nonius upayakan dilakukan setelah jangka sorong diangkat keluar dengan hati-hati dari benda ukur.
  • Untuk mencegah salah baca, miringkan skala nonius dampai hampir sejajar dengan bidang pandangan, sehingga akan memudahkan dalam melihat dan menentukan garis skala nonius yang segaris dengan skala utama.
  • Untuk mencegah karat, bersihkan jangka sorong dengan kain yang dibasahi oleh oli setelah dipakai.

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan jangka sorong dalam pengukuran dimensi benda ukur.

Gambar 3.14 Pengukuran dengan jangka sorong bagian luar dan dalam

 

Gambar 3.15

Jangka sorong digunakan untuk mengukur kedalaman

Gambar-gambar berikut adalah gambar-gambar yang menunjukkan bagaimana cara mengukur benda ukur dengan menggunakan jangka sorong.

Gambar 3.16

Cara menggunakan jangka sorong dalam mengukur bagian luar benda ukur

 

Gambar 3.17

Posisi rahang jangka sorong terhadap benda ukur

 

Gambar 3.18

Cara pengukuran bagian dalam dengan menggunakan jangka sorong

Gambar 3.19

Cara pengukuran kedalaman dengan menggunakan jangka sorong

1. Cara pembacaan jangka sorong untuk satuan metris

a. cara pembacaan jangka sorong dengan nonius puluhan

Dari gambar di atas diperoleh hasil pengukuran sebesar 31,4 mm, yakni diperoleh dari:

31 + 4(0,1) = 31,4

(A) (B)

b. Cara pembacaan jangka sorong dengan nonius dua puluhan

c. Cara pembacaan jangka sorong dengan nonius lima puluhan

2. Cara pembacaan jangka sorong untuk satuan inchi

Dalam paparan ini hanya akan disajikan cara pembacaan jangka sorong untuk sauan inchi dengan tingkat ketelitian 1/128 inchi.

Dari gambar di atas diperoleh hasil pengukuran sebesar 4 1/32” yakni diperoleh dari:

4 + 6/8 + 2(1/128) = 4 + 22/128 + 2/128

4 + 24/128 = 4 1/32”

CHORDATA


CHORDATA

 

1. Pengertian Chordata

Chordata berasal dari bahasa Yunani. Chordata berarti tali. Jadi, Chordata berarti hewan yang mempunyai chorda di bagian punggung.

 

2. Ciri-ciri Chordata

Mempunyai chorda dorsalis. Mempunyai celah insang dan batang saraf dorsal. Bentuk tubuh simetri bilateral. Mempunyai coelom. Mesoderm merupakan dinding coelom berasal dari entoderm primer, sehingga Chordata termasuk enterodermata.

 

 

3. Klasifikasi Chordata

Berdasar ada tidaknya kranium (tengkorak), Chordata dibagi menjadi:

A. Acraniata (tidak berkranium)

Acraniata dibagi menjadi 3 subfilum:

1) Hemichordata

Ciri-ciri umum

  • Bentuk tubuh seperti cacing terbagi menjadi proboscis, leher, dan badan
  • Hidup di laut
  • Notocord pendek
  • Mempunyai celah insang
  • Sistem reproduksi secara seksual, fertilisasi eksternal

Contoh : Saccoglossus sp.

2) Urochordata atau Tunicata

Ciri-ciri umum

  • Tubuh pendek dan tebal
  • Hidup di laut
  • Notpchord menghilang saat perkembangan
  • Sistem reproduksi secara seksual dengan kelamin hermafrodit
  • Reproduksi aseksual dengan tunas (budding)

Contoh : Molgula sp.

 

 

 

Tunicata dibagi menjadi 3 kelas:

a) Ascidiaceae, contoh: Ascidia intertinalis.

b) Thallasea, contoh: Doliolum denticulatum.

c) Larvaceae, contoh: Appendicularia sp.

 

3) Cephalochordata

Ciri-ciri umum :

  • Bentuk tubuh seperti ikan tanpa sirip, pipih dan memanjang
  • Hidup di laut
  • Notocord berkembang biak
  • Sistem reproduksi secara seksual, fertilisasi eksternal

Contoh : Amphioxus sp.

 

B. Vertebrata atau Craniata (berkranium)

Berdasar alat gerak, vertebrata dibagi menjadi 2 kelompok:

1)      Pisces,

Pisces hidup di air dengan struktur tubuh sbb :

  1. Mempunyai sirip (punggung, dada, perut, anal/dubur) dan ekor untuk membantu berenang dan keseimbangan tubuh.
  2. mempunyai gurat sisi untuk mengetahui tekanan air sehingga dapat menempatkan diri dasar atau permukaan air
  3. Mempunyai gelembung renang yang memudahkannya naik turun dalam air
  4. mempunyai kulit bersisik yang licin karena berlendir. Lendir membantu gerakan dalam air
  5. pisces termasuk poikiliterm/ektotermik (berarah dingin), suhu tubuhnya berubah-ubah tergantung suhu lingkungan

Pisces dibedakan menjadi beberapa kelas yaitu:

a) Kelas Agnatha

Rangka terdiri atas tulang rawan, sirip tidak berpasangan. Di bagian ventral tubuh terdapat mulut dan lubang hidung. Celah faring 5 pasang. Jantung 2 ruang: atrium dan ventrikel. Contoh: ikan bermulut bundar (Cyclostomata), ikan lamprey (Petromyxin Sp.), ikan hag (Polistotrema sp).

Ikan lamprey                       Mulut      cara Ikan Lamprey memangsa ikan lain

 

b) Kelas Chondrichtyes

Endoskeleton semuanya terdiri dari tulang rawan. Celah faring 5 pasang. Tidak punya tutup insang. Bagian ventral tubuh terdapat lubang hidung dan mulut. Jantung terdiri dari 2 ruang, yaitu atrium dan ventrikel. Contoh: ikan hiu (Squalus sp), ikan cucut macan (Galeocerdoryneri), dan ikan pari.

 

Ikan pari                                                        ikan hiu

 

 

 

c) Kelas Osteichthyes

Ikan bertulang sejati. Di kepala terdapat sepasang mata, selaput pendengaran, celah mulut, lubang hidung, celah insang dan tutup insang. Alat gerak berupa sirip yang berpasangan, untuk keseimbangan dibantu sirip punggung, untuk kemudi sirip ekor. Terdapat gurat sisi dan 3 lubang keluar. Tubuh dilindungi kulit tipis, transparan, banyak kelenjar lendir, tertutup sisik. Contoh: ikan bandeng, ikan mas, ikan tawas, ikan lele, dan ikan kakap.

 

 

2) Tetrapoda, alat gerak berupa kaki yang berjumlah 4 buah, meliputi:

a) Kelas Amphibia

Ciri-ciri umum

  • Amphibia merupakan hewan poikiloterm/ektotermik
  • Tubuh terbagi atas kepala, badan (kepala dan badan menyatu), serta ekor
  • Kelompok ini memiliki fase larva (berudu) yang hidup dalam air. Berudu bermetamorfosis menjadi katak dewasa selnjutnya katak hidup di darat
  • Alat pernapasan katak adalah paru-paru dan kulit
  • Mempunyai alat kelamin terpisah, fertilisasi eksternal

Contoh : katak hijau (Rana pipiens), kodok (Bufo terrestris), dan salamander (Schthyosis glutinosus)

 

Amphibia dapat dibedakan menjadi beberapa ordo:

(1) Apoda (Amphibia tidak berkaki).

(2) Urodella atau Caudata (Amphibia berekor dan berkaki). Contohnya Salamandra

(kelompok Salamander).

(3) Anura (Amphibia tidak berekor). Contoh: katak hijau, katak bangkong.

 

b) Kelas Reptilia

Ciri-ciri umum :

  • Tubuh terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor
  • Tubuh berkulit tebal, tidak berlendir, dan bersisik. Sisik berfungsi untuk menghindari kehilangan air
  • Hewan ini hidup di daerah yang kering
  • Bernapas dengan menggunakan paru-paru
  • Alat kelamin pada hewan ini terpisah, melakukan fertilisasi internal dengan alat kopulasi berupa hemipenis
  • Telur hewan ini dilindungi cangkang untuk menghindari dehidrasi

Reptilia dibedakan atas empat ordo, yaitu:

a)        Squamata, terdiri atas du subordo

  1. Lecertilia (bangsa kadal), mempunyai empat tungkai. Contoh : kadal (Mabouya sp.), bunglon (Draco sp.), dan komodo (Varanus komodoensis)
  2. Ophidia (bangsa ular), tidak mempunyai tungkai, rahang atas, dan rahang bawah tidak mempunyai sendi. Contoh ; piton (Phyton reticulatus), kobra (Naja naja), dan ular sanca hijau (Chondrophyton viridis)

b)      Testudinata (bangsa kura-kura dan penyu), tubuh dilindungi oleh karapaks dibagian atas an plastron dibagian bawah, tidak mempunyai gigi, rahangnya dilapisi zat tanduk. Contoh : kura-kura air tawar ( Chelydra serpentia) dan penyu hijau (Chelonia mydas)

c)      Crocodilia (bangsa buaya), mempunyai kulit tebal, rahang kuat, pada lubang hidung dan telinga terdapat klep yang dapat menutup ketika berada dalam air. Contoh : buaya muara ( Crocodilus porosus)

d)     Rhynchcepalia, merupakan ordo yang paling primitif. Contoh : tuatara (Sphenodon punctatus)

c) Kelas Aves

Ciri-ciri umum

  • Tubuh terdiri atas kepala, badan dan ekor
  • Alat gerak berupa empat tungkai, tungkai depan mengalami modifikasi menjadi sayap
  • Badan dilindungi oleh kulit yang berbulu
  • Memiliki paruh yang tidk bergigi
  • Bernapas menggunakan paru-paru
  • Fertilisasi secara internal, hewan jantan memiliki penis dan hewan betian memiliki satu ovarium
  • Hewan ini bersifat homoiterm/endoterm yaitu menghasilkan panas sendiri dalam jumlah yang cukup

Aves dibedakan atas dua subkelas sebagai berikut

a. Archaeornithes

Burung ini mempunyai gigi di kedua rahangnya, ekor, berbuludan berukuran panjang. Semua anggotanya kini telah punah. Contoh : Archaeopteyx dan Archaeornis

b. Neornithes

Anggota hewa ini mempunyai sternum (tulang dada) yang sempurna, sekor berbulu, dan berukuran pendekk. Neronithes terbagi menjadi dua kelompok sbb :

1) Palaeoganathae merupakan kelompok burung yang tidak dapat terbang.

a) Ordo Spheniscifiormes, misal Aptenodytes sp. (pingiuin)

b) Ordo Casuariformes, misal Casuarilis galeatus (burung kasuari)

c) Ordo Apterygiformes, misal Apteryx australis (burung kiwi)

2) Neoganathae meruapakan kelompok burung yang dapat terbang

a)    Ordo Galliformes, burung yang mempunyai kaki unutk mengais dan berlari, misal Gallus gallus (ayam)

b)   Ordo Passeriformes merupakan burung yang bersuara merdu, contoh : Phcnonotus atriceps (burung kutilang), dan Paradiseaea minor (burung cendrawasih)

c)    Anseriformes, burung yang dapat berenang, karena kaki pendek dan terdapat selaput di antara jari kaki, contoh : Anatidae (itik, angsa, dan entok)

d)   Coraciformes, burung berparuh besar, tungkai pendek, pemakan ikan, katak, dan lebah, contoh : Buceros rhinoceros

d) Kelas Mamalia

Ciri-ciri umum :

 Tubuh terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor

 Terdapat dua pasang anggota gerak

 Badannya tertutupi oleh rambut

 Pada kulit terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat

 Fertilisasi secara internal pada umumnya bersifat vivipar (melahirkan menyusui)

Mamalia dibagi menjadi beberapa ordo:

  1. Monotremata merupakan satu-satunya hewan Mammalia yang bertelur, contoh : Platypus
  2. Insectivora Mammalia kecil pemakan serangga berambut halus, contoh celurut (Suncus merinus)
  3. Marsupilia Mammalia berkantong, contoh : kanguru, koala, dan kuskus
  4. Rodentia Mammalia pengerat, gigi serinya seperti pahat dan tumbuh terus dari akarnya. Contoh : kelinci, tikus, marmot, landak, dan tupai
  5. Chiroptera merupakan Mammalia yang dapat terbang, contoh kalelawar dan kalong. Di antara jari-jari tungkai depan dan belakang terdapat selaput kulit untuk terbang. Kalelawar mempunyai alat untuk mendeteksi keberadaan benda dengan cara mengeluarkan bunyi pantulnya. Alat itu disebut sonar. Dengan alat ini, kalelawar dapat terbang dengan bebas pada malam hari.
  6. Pholidota merupakan Mammalia tidak bergigi. Tubuh terbungkus sisik dari zat tanduk dan rambut. Lidah kecil dan panjang yang berguna untuk menagkap semut sebagai makanannya, contoh : trenggiling (Manio javanicus)
  7. Carnivora merupakan Mammalia pemakan daging, mempunyai gigi kuat, serta taring besar dan tajam. Contoh kucing, harimau, dan anjing
  8. Cetacea merupakan mammalia yang hidup di air, contoh : paus dan lumba-lumba
  9. Proboscidea merupakan mammalia berbelalai. Belalai merupakan merupakan perubahan bentuk modifikasi dari hidung dan bibir atas yang menjadi panjang, contoh : gajah
  10. Sirenia, contoh ikan duyung (Halicore dugong)
  11. Ungulata, hewan berkuku

1)      Artiodactyla, berkuku genap, contoh : unta, zarafah. Kijang, domba, sapi, kambing, dan kerbau

2)      Perrisodactyla, berkuku ganjil, contoh : kuda, tapir, badak, dan kudanil

  1. Primata merupakan mammalia yang matanya steroskopik menghadap ke depan, contoh: lemur, orang utan, simpanse, dan gorilla.

FILUM PLATYHELMINTHES, FILUM NEMATHELMINTHES DAN FILUM ANNELIDA


FILUM PLATYHELMINTHES

 

  1. 1.    Pengertian Platyhelminthes

Platyhelminthes berasal dari bahasa yunani, Platy = Pipih dan Helminthes = cacing. Oleh sebab itulah Filum platyhelminthes sering disebut Cacing Pipih. Platyhelminthes adalah filum ketiga dari kingdom animalia setelah porifera dan coelenterata. Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang paling sederhana. Cacing ini bisa hidup bebas dan bisa hidup parasit. Yang merugikan adalah platyhelminthes yang hidup dengan cara parasite.

 

  1. 2.    Ciri-ciri umum Platyhelminthes
  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral, berbentuk pipih, memiliki system saraf, sistem pencernaan satu lubang, tidak memiliki sistem sirkulasi, respirasi, dan eksresi.
  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab atau parasit dalam tubuh manusia dan hewan.
  • tubuh tidak bersegment, sistem pencernaan tidak sempurna.
  • ekskresi dengan menggunakan flame sel (sel api).
  • memiliki sistem saraf tangga tali dan memiliki mata
  • memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta bersifat hermafodit (banci atau dwi kelamin).

 

  1. 3.    Struktur tubuh Platyhelminthes

Semua anggota filum ini berbentuk simetri bilateral dan memiliki bagian kepala. Sudah memiliki tiga lapisan tubuh; ektoderm, mesoderm dan endoderm. Tipe rongga tubuhnya termasuk acoelomata berbetuk kantung dengan satu lubang. Lapisan mesoderm memunculkan otot dam organ perkembangbiakan. Hewan dewasa yang hidup bebas telah memiliki otot, serabut saraf dan organ pencernaan tapi belum memiliki alat pernafasan dan sistem peredaran darah.

Cacing pipih seperti planaria memiliki percabangan rongga gastrovascular sebagai tempat pencernaan ekstraseluler juga sebagai tempat mendistribusikan sari makanan ke seluruh bagian tubuh. Pertukaran gas melalui difusi lewat kulit. Platyhelminthes telah memiliki sistem pengeluaran yang juga berfungsi sebagai sistem osmo-regulasi.

Cacing pipih memiliki sistem saraf tangga-tali yang tersusun dari pasangan-pasangan ganglion yang membentuk otak dihunungkan lewat sel-sel saraf menuju sel-sel sensori di lapisan tubuh Filum Platyhelminthes yang parasit seperti cacing kait dan cacing pita dicirikan dengan modifikasi berikut;

  • hilangnya bagian kepala membentuk bantalan kepala berkait dan berpenghisap untuk melekatkan diri pada inang.
  • Perkembangan ekstensif dari sistem reproduksi bertepatan dengan hilangnya sistem-sistem lain.
  • Hilangnya perkembangan sistem saraf dan gastrovaskular yang baik
  • Mengembangkan sistem kulit yang melindungi mereka dari cairan pencernaan inang.
  1. 4.     Sistem Reproduksi Platyhelminthes

a)      Secara aseksual yaitu dengan fragmentasi dan diikuti regenerasi.

b)      Secara seksual yaitu dengan cara sendiri atau silang.

5. Klasifikasi Platyhelminthes

a. Turbellaria

Kelas Turbellaria termasuk planaria air tawar seperti Dugesia yang memberi makan organism kecil atau tetap sebagai makhluk kecil. Kepala planaria berbentuk ujung panah, dengan tambahan sisinya sebagai pengindera makanan atau keberadaan organism lain. Cacing pipih mempunyai dua bintik mata yang peka cahaya, memiliki pigmen sehingga Nampak seperti mata bersilangan. Adanya tiga lapisan otot membuatnya dapat melakukan berbagai gerak.

Sel kelenjar mengeluarkan material lendir untuk hewan ini dapat meluncur. Memiliki sel api sebagai sistem ekskresi yang terdiri dari serangkaian kana-kanal yang saling berhubungan di sepanjang kedua sisi longitudinal tubuhnya.

Sel api adalah sel berbentuk gelembung berisi seberkas silia dan terdapat lubang di bagian tengah gelembung itu. Sel api ini berfungsi baik untuk ekskresi maupun pengaturan osmosis.

Planaria bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi tubuh yang mampu menumbuhkan individu baru, maupun seksual bersifat hermaphrodit.

 

b. Trematoda

Kelas Trematoda termasuk cacing kait (flukes) baik dalam darah, hati maupun paru-paru. Cacing kait tidak memiliki kepala, namun memiliki mulut penghisap. Sistem pencernaan, sistem saraf dan sistem pembuangan yang kurang tapi sistem reproduksinya berkembang baik walau hermaphrodit.

Cacing kait darah menyebabkan penyakit schistosomiasis. Cacing ini terdiri dari jantan dan betina. Cacing betina menumpuk/menyimpan telur-telurnya dalam pembuluh darah di sekitar usus inang. Telur-telur ini bermigrasi ke usus lalu dikeluarkan tubuh bersama feses. Telur menetas menjadi larva di dalam air dan berenang mencari siput air. Larva bereproduksi secara aseksual dan akhirnya meninggalkan siput. Ketika larva menembus kulit manusia, selanjutnya akan matang di hati lalu menembus pembuluh darah pada usus.

c. Cestoda

Kelas Cestoda terdiri dari cacing pita. Bagian scolex memiliki pangait dan pengisap yang memungkinkannya menempel pada dinding usus inang. Di bawah skolex terdapat leher yang pendek dan tali panjang proglottid, dimana setiap proglottid berisi satu set penuh organ kelamin jantan dan betina dan stuktur lainnya.

Seteleh terjadi pembuahan, proglottid menjadi sekantung telur masak, lalu putus dan keluar bersama feses. Jika telur ini tertelan oleh babi atau sapi, larvanya menjadi sistiserkus di dalam otot inang. Jika manusia memakan daging babi atau sapi yang terinfeksi yang tidak dimasak sempurna, maka manusia akan terinfeksi cacung ini.

 

 

 

 

 

 

 

FILUM NEMATHELMINTHES

 

  1. 1.    Pengertian Nemathelminthes

Nemathelminthes berasal dari kata nematos yang berari benang dan helminthes yang berarti cacing. Jadi arti harfiahnya adalah cacing benang. Namun, cacing ini lebih terkenal dengan ebutan cacing gilik karena betuknya yang gilik atau bulat memanjang.

 

  1. 2.    Ciri-ciri umum Nemathelminthes
  • Hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral bulat panjang dan dilapisi kutikula, memiliki system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom tidak memiliki system respirasi dan eksresi.
  • Hidup bebas atau parasit dan di tanah becek, dasar pearain tawar atau laut bebas, parasit pada mahluk hidup.
  1. 3.    Struktur Tubuh

Nemathelminthes umumnya berukuran mikroskopis, meskipun ada yang panjang nya sampai 1 meter. Individu betina berukuran lebih besar daripada individu jantan. Tubuh berbentuk bulat panjang atau seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing.

Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi kutikula untuk melindungi diri. Kutikula ini lebih kuat pada cacing parasit yang hidup di inang daripada yang hidup bebas. Kutikula berfungsi untuk melindungi dari dari enzim pencernaan inang.

Nemathelminthes memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus. Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada ujung posterior. Beberapa Nemathelminthes memiliki kait pada mulutnya.Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cairan pada pseudoselom.Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi, pernapasan dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuh. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.

Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik, sedangkan yang parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya. Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut. Nemathelminthes parasit hidup dalam inangnya.

  1. 4.    Perkembang biakan

Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual. Sistem reproduksi bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi terjadi secara internal. Telur hasil fertilisasi dapat membentuk kista dan kista dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan.

2. Klasifikasi

Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematoda dan Nematophora. Pada uraian berikut akan dibahas beberapa spesies dari nematoda yang merupakan parasit bagi manusia

a. Ascaris lumbricoides (cacing perut)

Ascaris adalah salah satu contoh cacing gilig parasit, tidak punya segmentasi tubuh dan memiliki dinding luar yang halus, bergerak dengan gerakan seperti cambuk. Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.

Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.

Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur ascaris.

Cacing dewasa menghasilkan telur-telur yang akan matang di tanah, saat telur in tertelan orang, larvanya akan melubangi dinding usus, bergerak ke hati, jantung dan/atau paru-paru.

Sesaat di dalam paru-paru, larva berganti kulit, setelah sepuluh hari bermigrasi lewat saluran udara ke kerongkongan tempat dimana mereka akan tertelan. Dalam usus kecil cacing dewasa kawin dan betinanya menimbun telur-telur yang akan dilepaskan keluar bersama feses. Telur dalam feses ini harus mencapai mulut orang lagi untuk memulai siklus baru.

b. Ancylostoma duodenale (cacing tambang)

Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya.Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin.Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.

c. Oxyuris vermicularis (cacing kremi)

Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia.Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu. Infeksi cacing kremi tidak me

merlukan perantara.Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing ini.Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi, yaitu dilakukan ole penderita sendiri.Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.

d. Wuchereria bancrofti (cacing rambut)

Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria.Tempat hidupnya di dalam pembuluh limfa.Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan tubuh.Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.

e. Trichinella spiralis

Cacing ini hidup pada otot manusia dan menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan otot. Manusia yang terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak dimasak dengan baik.

Cacing betina dewasa melubangi dinding usus halus, keturunan yang hidup terbawa oleh aliran darah menuju otot rangka kemudian menjadi kista.

FILUM ANNELIDA

 

  1. 1.    Pengertian Annelida

Hewan filum Annelida berasal dari kata latin “annul/annelus = cincin, gelang” dalam bahasa Yunani “eidos = bentuk” yang dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis, sudah ada ronnga tubuh (coelom), dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga tubuh, sistem persyarafan, peredaran darah, dan sistem ekskresinya metamerik. Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus), berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh. Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung, misalnya) pada somit tertentu. Organ reproduksi hermafrodit (kelas olygochaeta dan hirudinea), dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa, atau berumah dua (kelas archiannelida dan polychaeta), dengan melalui fase larva trokofor. Hidup di dalam tanah yang lembab, dalam laut dan dalam air. Umumnya annelida hidup bebas, ada yang hidup dalam liang, beberapa bersifat komensal pada hewan akuatis, dan ada juga yang bersifat parasit pada vertebrata.

 

  1. 2.    Ciri-ciri umum Annelida

a)        Memiliki segmen (ruas) tubuh

b)        termasuk triploblastik selomata

c)        tubuh bersimetri bilateral

d)       segmen tubuh bersifat metameri (memiliki bagian tubuh yang sama)

e)        memiliki sistem saraf tangga tali

f)         pencernaan makanan sudah sempurna, terdiri atas mulut, kerongkongan, dan anus

g)        peredaran darah tertutup, dan hidup di laut, tanah yang lembab, atau air tawar.

h)        Tidak memiliki sistem respirasi

i)          Bersifat hermafrodit dan gonokoris

  1. 3.    Struktur Tubuh

Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati sehingga disebut triploblastik selomata. Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup, dengan pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap segmen. Annelida mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan dilapisi lapisan kutikula. Cacing ini terbagi sesuai dengan ruas-ruas tubuhnya dan satu sama lain dibatasi dengan sekat (septum). Meskipun demikian, antara ruas satu dan lainnya tetap berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yang terkoordinasi.Sistem saraf annelid terdiri dari sebuah otak yang terhubunga dengan serabut saraf ventral, dengan sebuah ganglion di setiap segmen. Annelida memiliki sistem pencernaan yang lengkap termasuk faring, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan. Pengeluaran dengan nefridia di setiap segmen mengumpulkan zat sampah dari coelom dan mengekskresikannya keluar tubuh.

 

 

 

2. Klasifikasi

a. Polychaeta

Kebanyakan Polychaeta hidup di laut serta memiliki parapodia dan setae. Parapodia adalah kaki seperti dayung (sirip) digunakan untuk berenang sekaligus bertindak sebagai alat pernafasan. Setae adalah bulu-bulu yang melekat pada parapodia, yang membantu polychaeta melekat pada substrat dan juga membantu mereka bergerak. Cacing kerang, seperti Nereis adalah pemangsa yang aktif. Banyak yang memiliki kepala yang berkembang baik, dengan rahang bagus, mata dan organ peraba lainnya.

b. Oligochaeta

Oligochaeta contohnya adalah cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit setae yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya. Cacing tanah memiliki kepala atau parapodia yang kurang berkembang. Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otot-otot tubuh dibantu dengan setae.

Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran udara. Cacing tanah adalah pemakan sampah yang mengekstraks sisa-sisa bahan organic dari tanaha yang dimakan. Faring berotot menarik makanan ke mulut, makanan yang sudah dicerna disimpan di tembolok lalu ke rempela.

Sistem pembuangan (ekskresi) berupa tabung nephridia bergelung di setiap segmen dengan dua lubang; satu corong bersilia yang mengumpulkan cairan coelom, dan satu lainnya adalah lubang keluar tubuh. Antar dua lubang itu, tabung nephridia membuang zat sampah dari saluran peredaran darah.

Darah merah bergerak ke arah dengan sebuah pembuluh darah dorsal dan dipompa oleh lima pasang jantung (lengkung aorta) menuju pembuluh ventral. Cacing tanah bersifat hermaphrodit, memilliki testis dengan saluran semen, dan ovarium dengan penerima semen. Perkawinan dilakukan dengan melibatkan dua cacing yang saling parallel dalam posisi berlawanan dan saling bertukar sperma. Setiap cacing memiliki klitellum yang mengeluarkan lendir, untuk melindungi sperma dan telur dari kekeringan.

 

c. Hirudinea

Kelas Hirudinea contohnya lintah. Kebanyakan tinggal di air tawar, tetapai ada yang di laut atau daratan. Setiap gelang tubuh memiliki beberapa alur mendatar. Lintah memunculkan pengisap anterior kecil sekitar mulutnya dan pengisap posterior yang besar. Meskipun beberapa diantaranya adalah predator yang hidup bebas, kebanyakan adalah pemakan cairan. Pengisap darah dapat mencegah penggumpalan darah dengan zat hirudin yang dikeluarkan dari ludah.

 

 

Menghapus Alamat IP pada Network Card


Read more…

Install Windows Xp pada HP mini 110 – 1169 TU


Berdasarkan pengalaman saya pada saat menginstall Windows XP pada Netbook HP mini 110 -1169 TU melalui USB Flash sangat berbeda dengan Install Windows Xp di PC dan beberapa jenis laptop yang lain.

Waktu itu saya bingung kenapa g bisa? Apa yang salah? knapa selalu muncul blue-screen dan menyatakan terdapat virus pada Usb Flash yang digunakan saat proses install dilakukan? sehingga proses penginstallan Windows tidak bisa dilanjutkan. Padahal sebelumnya Usb Flash yang saya pake baru digunakan untuk Instal Windows di PC lain. Akhirnya setelah browsing diinternet baru tau kalo ternyata Proses pengintalannya berbeda.

Hal-hal yang dibutuhkan sebelum proses install Windows XP di Hp mini:

  • Software nlite – software untuk  mengcompile installasi windows dan driver (Pada sebagian laptop Nlite membutuhkan NetFrame work Sp1).

NET Framework 2.0 SP1 (x86) silahkan download disini

NET Framework 2.0 SP1 (x64) silahkan download disini

  • Software WintoFlash untuk membuat flash disk  seolah2 seperti cd installer windows xp. Dan software ini juga yg nanti kita gunakan untuk compile file yg dibuat oleh nlite tsb.
  • Driver sata hp download disini (bagi yg tidak bisa download dari situ, silahkan sedot disini atau disini Atau Jika Driver SATA tersebut belum ad yang cocok silahkan kunjungi Nvidia untuk driver Nvidia, Intel untuk driver intel dan Amd untuk diver Amd.

Agar proses Install windows berjalan sempurna silahkan download driver sata terbaru untuk hp  karena windows xp tidak akan membaca hdd sata.

Catatan!

- Jangan membuka banyak program saat pembuatan dengan nlite atau wintoflash karena biasanya membuat file corrupt yg tidak bisa dicopy oleh laptop/netbook saat penginstallan windows, sehingga anda harus mengulang proses dari langkah 1.

Berikut ini langkah-langkah install windows xp.

  1. Masukkan cd installer windows ke cd rom.
  2. Buka Nlite, klik next dan cari lokasi installer windows (cd rom).
  3. Buat Lokasi baru untuk Windows Installer hasil copyan dari Nlite.
  4. Nlite akan membutuhkan waktu untuk membaca isi installer windows tersebut.
  5. Klik next terus sampai anda menemukan interface untuk itegrasi driver.
  6. Setelah muncul beberapa tampilan berikut integrate service pack, hotfix, add ons, dll kemudian pilih driver kemudian klik next.
  7. install Driver Sata yang sudah didownload dan ingat dimana file tesebut diinstall kalau anda klik next terus defaultnya bisa ditemukan di c:\swsetup\SP37005.
  8. Kembali ke nlite. klik insert –> multiple driver folder –> cari folder dimana anda menaruh extract-an driver sata tadi.
  9. Pilih semua (CTRL + A) klik ok.
  10. Klik next, tunggu sebentar karena nlite akan mengintegrasikannya.
    Sampai disini anda sudah selesai membuat installer windows.
  11. Matikan dulu antivirus anda karena flash disk akan dilock oleh av sehingga wintoflash tidak bisa memformatnya.
  12. Buka program wintoflash.exe klik next, next, pilih folder tempt windows yg anda buat dg nlite tadi, pilih juga drive usb.
  13. Biarkan sampai selesai.Sampai langkah ini anda sudah berhasil, colok flash disk hidupkan netbook hp mini anda yg mau diinstall windows.
  14. Tekan ESC terus sampai muncul pilihan booting, tekan f9, pilih usb flash drive.
  15. Saat masuk ke booting windows akan ada 2 pilihan, yaitu text dan gui.
  16. Pilih Text kalau untuk xp, dan gui hanya untuk windows 7 atau vista.
  17. Install windows spt biasa.
  18. Dia akan restart, kembali lakukan langkah 14, tapi kali ini pilih GUI.
  19. Windows restart lagi, dan kembali lakukan langkah di atas, pilih GUI sampai windows benar-benar terinstall.

Biasanya hp mini tidak memberikan cd driver jsaat anda membeli Netbook tersebuta. jadi anda harus mendownloadnya sendiri di website hp. Klik disini dan silahkan pilih2 tipe netbook anda.

Tambahan : Error Yg Sering Terjadi Dan Cara Mengatasinya :

- Error Pada File Hal.dll
- Cara Penanggulangan :

untuk yang error hal.dll

restart lagi aja pake ctrl,alt,del. (flashdisk masih colok)

terus pencet esc,f9,dan pilih usb lagi

terus pilih gui

cobai gitu truz..

aku juga ngalamin error hal.dll

dan gitu tadi caranya

Cara Pertama – Untuk yang error hal.dll restart lagi aja pake ctrl,alt,del. (flashdisk masih colok) terus pencet esc,f9,dan pilih usb lagi terus pilih gui coba gitu deh.. coz gue juga ngalamin hal.dll eror dan gitu tadi caranya (credit to: follower) Kalau tidak bisa gunakan cara kedua dibawah ini.

Cara Kedua – Kadang terjadi error dengan file hal.dll ini juga bisa dikarenakan  master windows xp corrupt (rusak) atau cd rom/cd master windows yg bermasalah sehingga file yg dibutuhkan untuk install windows tidak tercopy sempurna ke flash drive. Kalau anda menemukan error seperti ini coba ulangi sekali lagi proses compile ke flash disk dan kalau masih terjadi error saya sarankan untuk mencari master windows baru/buat virtual drive dan masukkan windows installer yg di cd ke virtual drive tersebut.

Error BlueScreen :
- Cara penanggulangan – Ini paling sering karena driver sata yg belum terintegrasi dengan benar pada saat compile dgn dengan nlite. Jadi ulangi lagi pada langkah pembuatan nlite. Matikan sebanyak mungkin program yg tidak perlu termasuk antivirus.

Masih tidak berhasil? Gunakan CD installer windows lain.

Masalah F8 yg tidak berhasil..

Pastikan anda menggunakan driver SATA yg benar. Cari driver SATA yg sesuai dengan tipe notebook/netbook anda. Kalau driver SATA ngga sesuai maka setup biasanya ngga akan bisa dilanjutkan.

Bila cara diatas masih tidak bisa berjalan gunakan cara berikut ini ?

  1. Setelah langkah 1 sampai 10 diatas selesai maka buka lokasi windows hasil copyan dari Nlite tadi, kemudian hapus file windowsnya kecuali Last Session.ini dan Last Session_u.ini
  2. Buka file CD Installer kemudian copykan filenya ke lokasi copyan Nlite Tadi. Hal ini dilakukan karena kemungkinan pada saat proses Nlite mengcopy file windows terjadi error.
  3. Lanjutkan langkah 11 sampai selesai.

Bila USB Flash boot sudah berhasil dengan baik, maka simpanlah file hasil Copyan Nlite tadi, karena bila ingin melakukan Instalasi ulang maka cukup memakai file tersebut dan hanya melakukan langkah 11 sampai akhir.

Trick Mempercepat Koneksi Internet yang Putus-putus pada Mozilla firefox


Buka Mozilla Firefox.

1.   Pada addres bar ketikkan about:config. Tekan Enter.

2.   Maka akan ditampilkan halaman about config.

3.   Atur parameter settingnya sbb :

Untuk mempercepat loading web :

  • browser.sessionhistory.max_total_viewers berikan nilai 0,
  • network.http.pipelining false ubah menjadi true
  • network.http.pipelining.maxrequests, ubah menjadi 8 atau 10
  • network.http.pipelining.ssl false ubah menjadi true
  • network.http.max-connections, ubah menjadi 96
  • network.http.max-connections-per-server 15 ubah menjadi 32
  • network.http.max-persistent-connections-per-server 6 ubah menjadi 8
  • network.http.proxy.pipelining false ubah menjadi true
  • network.prefetch-next = False
  • Klik kanan pada bagian mana saja pilih New > Integer, ketik nglayout.initialpaint.delay dan beri nilai 0.
  • Klik kanan lagi New > Boolean ketik config.trim_on_minimize pilih True tekan enter,

 

4. Restart browser Firefox untuk melihat hasilnya.

Cara stabilkan koneksi modem dial-up win xp


Setiap orang pengen sekali koneksinya g’ pernah down, salah satu cara untuk menstabilkan koneksi internet dapat dilakukan melalui langkah berikut.

1. Klik kanan di my computer, terus pilih properties
2. Selanjutnya, pilih tab hardware, klik pada device manager
3. Pada bagian modem, double klik pada modem (modem dial upnya)
4. Kemudian , pilih tab advance
5. Pada bagian extra initialization commands ketikan +MS=V34
6. terus ok deh.
setelah langkah – langkah diatas sudah dilakukan, terus reconnect internetnya.
modem – modem baru biasanya support sama perintah +MS=V34. klo ternyata g’ mau juga coba yang ini.

* s32=98
* -v90=0
* *mm12
* nos37=12
^^semoga sukses^^

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: